Assalamualaykum
warohmatullohi wabarokatuh
LANGIT MASIH BIRU
LANGIT MASIH BIRU
Oleh : Amalia Nur Fauziyah
Dahulu kala,
langit dan laut pernah saling jatuh cinta. Karena sangat cintanya laut kepada
langit, warna laut sama dengan warna langit. Dan karena sangat cintanya langit
kepada laut, warna langit pun sama dengan warna laut. Warna mereka sama karena
selalu saling menatap.
Setiap senja
datang, laut dengan lembut membisikkan kata-kata “aku cinta padamu” ke telinga
langit. Dan, setiap kali langit mendengar bisikan cinta laut, ia tak menjawab
apa-apa. Ia hanya tersipu malu. Wajahnya kemerah-merahan, indah sekali.
Suatu hari
datanglah awan. Begitu melihat kecantikan langit, awan seketika jatuh hati
padanya. Tentu saja langit hanya mencintai laut. Sebab, setiap hari terus
memandangnya. Awanpun sedih, pupus segala harapannya. Namun, ia tidak putus
asa. Ia mencari cara dan akhirnya mendapat akal.
Awan mengembangkan
dirinya sebesar mungkin dan menyusup ke tengah-tengah langit dan laut. Ia menghalangi
pandangan langit dan laut, sehingga keduanya tidak bisa saling memandang dan
saling memberi warna. Sang awan agaknya tidak main-main membesarkan badannya.
Laut marah
karena tak bisa lagi melihat langit. Dengan gelombangnya, laut kemudian
berusaha mengusir awan. Deburannya keras menggelegar, membuat semua yang mendengar
ikut merasakan amarahnya. Tetapi, tentu saja ia tidak berhasil. Tanpa diduga,
datanglah angin yang sudah lama mengetahui hubungan laut dan langit. Angin merasa
harus membantu menyingkirkan awan yang mengganggu.
Dengan tiupan
yang kuat, angin menyingkirkan awan. Awan pun tercerai-berai. Ia tak lagi
menggumpal, tak lagi besar, dan tak bisa lagi menghalangi langit dan laut. Ia juga
tak bisa mengungkapkan perasaanya terhadap langit. Tersiksa oleh rasa cintanya
yang menggunung, awan menangis. Air matanya jatuh membasahi bumi.
Terimakasih untuk saudari seiman :
Amalia Nur Fauziyah ♥
Diposting oleh




0 komentar:
Posting Komentar